Cinta Sejati

Rasa cinta merupakan fitrah yang telah Allah tanamkan dalam diri manusia bahkan dalam setiap makhluk hidup. Ia adalah salah satu bagian dari nikmat dan karunia Allah kepada manusia. Tanpa ada rasa cinta, tidak akan terjalin hubungan yang harmonis diantara sesama manusia.
Tanpa ada rasa cinta, manusia akan hidup dalam nuansa yang diliputi dengan kebencian dan permusuhan. Seorang ibu memberikan kasih sayangnya kepada anaknya didasarkan pada rasa cinta. Seorang guru dengan kesabarannya mendidik murid-muridnya juga didasari karena rasa cinta. Namun, cinta yang seperti apa yang dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis?
Islam yang merupakan agama rahmatan lil ‘alamin menganjurkan kepada ummatnya untuk hidup saling mencintai dan mencela kaum yang saling bermusuhan dan saling membenci. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kalian saling membenci, dan jangan saling mendengki, jangan saling bermusuhan, dan jangan memutus hubungan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Muttafaq ‘Alaih).
Dari sini kita dapat memahami bahwa ajaran Islam sesuai dengan fitrah manusia. Dan tidak ada satupun aturan yang telah ditetapkan oleh, kecuali ia ditujukan demi kemaslahatan manusia. Begitu juga dengan rasa cinta yang ada di dalam diri manusia, Islam telah mengatur cinta yang seperti apakah yang dapat mewujudkan kerukunan dan keharmonisan bagi kehidupan manusia.
Islam mengakui rasa cinta, bahkan berdasarkan hadits diatas Islam mendorong untuk hidup dengan sesama manusia dan makhluk hidup dengan penuh rasa cinta.  Akan tetapi, Islam juga mengatur dan menjelaskan bagaimana caranya agar rasa cinta ini menjadi sebuah kekuatan yang memberikan rasa nyaman dalam kehidupan manusia.
Dan apa yang kita lihat di zaman sekarang ini menjadi bukti nyata dari penjelasan diatas. Hubungan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram sudah menjadi sebuah budaya yang bisa kita saksikan sehari-hari. Dengan mengatasnamakan cinta, mereka bebas melakukan hubungan terlarang hingga pada akhirnya muncullah perzinahan dan mengakibatkan kehamilan di luar nikah. Padahal Allah dengan tegas berfirman di dalam Al-Qur’an, “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Israa’ : 32)
Bahkan dalam era modern, dimunculkanlah hari raya Valentine sebagai hari cinta dan kasih sayang. Padahal ia merupakan hari “perzinahan dunia,” sebab saat itulah laki-laki dan wanita mengungkapkan rasa cintanya kepada pasangannya tanpa ada batasan dan aturan.
Terlebih lagi, pada saat ini muncul hubungan sesama jenis, lagi-lagi dengan mengatasnamakan cinta dan rasa saling suka. Sungguh, ini adalah cinta yang palsu dan tidak sejalan dengan fitrah dan akal manusia. Binatang saja tidak yang melakukan hubungan sesama jenis, lantas mengapa manusia yang dibekali akal untuk berpikir melakukan hal yang sangat tercela dan dimurkai ini? Tidakkah mereka ingat hukuman apa yang telah Allah berikan kepada kaumnya Nabi Luth disaat mereka melakukan hubungan sejenis?
Allah SWT berfirman “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini). Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.” Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci.” Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.” (QS. al-A’raaf: 80-81).
Manakala sebuah cinta tidak berlandaskan pada cinta karena Allah, ia akan berubah dari cinta yang indah menjadi cinta yang membinasakan. Cinta yang sejati yang dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup ialah cinta karena Allah. Ia juga menjadi bukti kuatnya iman seorang muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Tali iman yang paling kuat ialah, cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (H.R. Ahmad).
Wallahu a’lam

Ukhwah Islamiyyah Tak Kenal Batas Negara

Ukhwah islamiyyah tak kenal batas jarak, negara, atau benua sekalipun

Alhamdulillah. Perwakilan Pemuda Al-Irsyad memiliki kesempatan menjalin silaturahmi dengan saudara kita di Malaysia melalui @aylfindonesia

Hadir dari AYLF Malaysia, Muaz Nawawi dan dr. Aisyah (President AYLF Malaysia). Silaturahmi ini alhamdulillah membuka potensi kolaborasi internasional. Semoga bisa menjadi kantung kebaikan baru bagi Pemuda Al-Irsyad

Al-Irsyad Back to School

Sudah masuk bulan Januari, saatnya “Al-Irsyad Back to School”.
Ada 6 hal yang harus kamu lakukan di awal semester
1. Bersyukur
Tumbuhkan pikiran positif dengan bersyukur di awal semester. Bersyukurlah atas apa pun nikmat yang kita miliki saat ini dari waktu-waktu yang telah berlalu karena syukur adalah sifat para nabi. Dan Allah menjanjikan menambah nikmat-Nya jka kita bersyukur
“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim:7)2. Evaluasi
Evaluasi terbaik adalah ketika kita berorientasi pada akhirat. Apakah yang selama ini kita lakukan bisa bermanfaat untuk hari esok (akhirat)?
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwa-lah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Hasyr, 18)3. Bertaubat
Bertaubatlah karena itulah yang Allah perintahkan kepada para hamba-Nya yang beriman agar beruntung. “…Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS.An-Nur:31)

4. Membuat rencana
Kita sebagai muslim harus yakin bahwa setan adalah musuh yang nyata. Sehingga kita bukan hanya perlu persiapan seadanya tpi harus dengan persiapan yg optimal, bukan hanya melawan tpi bisa menggetarkan musuh Allah
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya.” (Al-Anfal:60)

5. Teruslah berusaha
Merasa usaha kalian selama ini selalu gagal atau masih belum mencapai target kalian? Teruslah berusaha karena sungguh Allah Maha Teliti atas apa yang kita kerjakan dan tugas kita adalah terus berusaha.
“…Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.A-Taubah:105)

6. Bertawakal pada Allah
Setelah memiliki niat yang kuat maka harus dilanjutkan dengan bertawakkal pada Allah
“…Kemudian, apabila engkau telah berazam (membulatkan tekad), maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”(QS. Ali-Imran:159)

ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) 2017

ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) adalah pertemuan pemimpin muda se-Asia Tenggara.

Pertemuan pertama tahun 2014 dilangsungkan di Bandung dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Pada saat itu diikuti oleh tiga negara, yaitu Indonesi, Malaysia, dan Thailand.

Pertemuan kedua diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10-12 Maret 2017.

Terdapat tujuh negara peserta AYLF kali ini yaitu tiga negara pendiri AYLF Indonesia, Malaysia dan Thailand. Kemudian empat negara yang baru bergabung yaitu Singapura, Filipina, Kamboja dan Srilanka. Delegasi Indonesia diwakili oleh Pemuda Al-Irsyad, Kammi, Pemuda PUI, serta perwakilan BEM dan FSLDK.

AYLF merupakan forum yang strategis bagi pemuda Indonesia untuk membangun hubungan dengan pemuda di ASEAN. Melalui AYLF, sumber daya manusia unggul ASEAN akan bertemu dan mereka adalah para pemimpin masa depan ASEAN yang akan menjadi pemimpin strategis di negaranya masing-masing.

Pertemuan di Kuala Lumpur dihadiri oleh tiga pembicara utama. Pembicara pertama dari Indonesia, Anis Matta, Lc. Dengan tema  “Outstanding Leadership Among ASEAN Youth, Pembicara kedua, Prof Tarmizi dengan tema: “Strengthening bonds in creating a better ASEAN” dan ketiga Datuk Dr Daud Mihd Bakar, dengan tema: “BE THE BEST OF ASEANLEADERS”.

Ada tiga agenda utama yang dibawa oleh setiap delegasi:

Pertama Agenda Politik dan keamanan, yang kedua Agenda Sosial Budaya dan ketiga Agenda ekonomi

Pemuda Al Irsyad mengirim deligasi untuk mengikuti acara pertemuan AYLF di Malaysia. Deligasi yang hadir itu dari ketua departemen dakwah PB Pemuda Al Irsyad, Ust Fahmi Bahreisy.

Pemuda Al Irsyad akan mengisi salah satu diantara tiga pos yang menjadi agenda utama tersebut.

Silaturahmi dengan Menpora RI

Menpora Imam Nahrawi didampingi  Plh. Deputi I Pemberdayaan Pemuda Adiati Noerdin dan Deputi II Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara menerima audiensi delegasi PB Pemuda Al-Irsyad di ruang kerja lt 10, Jakarta, Rabu siang (15/6). Dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad Abdullah Baraja memaparkan beberapa program PB Pemuda Al-Irsyad, seperti  pengakaderan, wirausaha, Emergency Response and Rescue Committee ( ERR-Co).

Abdullah mengatakan ke depan kita juga akan fokuskan dan mengembangkan Emergency Response And Rescue Committee. Ada empat yang kita fokuskan yaitu rescue team, medical team, pysicologi  team dan dakwa team. “Pertama  kali kita bentuk saat gempa bumi di Padang, Sumatra Barat,” ujar Abdullah. “Kita menggunakan sistem intiplasma yaitu memberdayakan masyarakat sekitar yang di kelolah oleh pemuda,” tambahnya.

Abdullah berharap  dukungan dari pemerintah  dalam hal ini dari Kementerian Pemuda dan Olahraga agar supaya kegiatan-kegiatan  yang positif ini  bisa berjalan dengan baik dalam   merekrut lebih banyak potensi pemuda. PB Pemuda Al-Irsyad sudah tersebar di 1141 cabang dengan anggotanya 150 ribu di seluruh Indoensia.

Menpora Imam Nahrawi mengapresiasi kedatangan Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad. “Saya kira, kita punya cita-cita yang sama dimana kita ingin menyelamatkan NKRI. Saya berharap Pemuda Al-Irsyad nanti membuat terobosan kedepannya, tidak hanya untuk pengkaderan walaupun  pengkaderan itu penting, tapi lebih pada itu penting juga jika peran serta Pemuda Al-Irsyad ada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Imam. (rep)

Sumber: http://kemenpora.go.id/index/preview/berita/10715