Tebar Qurban Nusantara

Tebar Qurban Nusantara hadir dengan semangat kepedulian kondisi Indonesia yang baru-baru ini diberi musibah di berbagai daerah. Sedangkan Idul Adha adalah hari raya umat Islam, dimana selama empat hari kita HARAM berpuasa. Karena itu, dengan kesadaran kondisi masyarakat, maka Pemuda Al-Irsyad bersama LAZNAS Al-Irsyad membagikan hewan qurban ke berbagai daerah, khususnya di Palu, Lombok dan Papua yang baru-baru ini ditimpa musibah besar.

Kamu bisa ikut berkontribusi dengan membeli hewan qurban yang ada di lokasi dengan harga:

  • Kambing Super : Rp 3.000.000
  • Sapi : Rp 14.000.000
  • Sapi (1/7) : Rp 2.000.000

Kirim ke rekening Pemuda Al-Irsyad

  • Bank : Muamalat
  • Nomor rekening : 383-000-2015
  • Atas nama : Perhimpunan Pemuda Al-Irsyad

Setelah transfer, wajib konfirmasi pembayaran ke nomor 0838-9999-0599

Jazakumullah khair atas perhatian, kontribusi dan doanya untuk kesuksesan acara Tebar Qurban Nusantara. Semoga menjadi berkah dan ribuan senyum masyarakat Indonesia di hari Idul Adha yang berbahagia.

Muktamar Pemuda Islam 2019 : Meneguhkan Spirit Kemandirian Ekonomi Umat

Muktamar Pemuda Islam insya Allah akan diselenggarakan untuk pertama kalinya dengan tema “Meneguhkan Spirit Kemandirian Ekonomi Umat“. Pemuda ingin mengambil peran lebih dalam usaha menguatkan ekonomi keumatan yang menjadi harapan besar saat ini.

“Pemuda hendak menguatkan persepsi pembangunan ekonomi keumatan di tengah hiruk-pikuk perpolitikan yang semrawut,” Najih Prasetyo, Ketua Steering Committee Muktamar Pemuda Islam.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis, 4 April 2019 di Hotel Kartika Chandra. Selain Pemuda Al Irsyad ada banyak organisasi pemuda yang ikut, antara lain: PP KAMMI, DPP IMM, HIMA PERSIS, PB HMI, PP GPII, PMI SI, JPRMI, Pemuda PUI, DPP SEMMI, DPP PRIMA DMI, PB PII, Pemuda PERSIS, PB HMI MPO, PP GP AL WASHLIYAH, PB SEMMI, PP Pemuda Dewan Dakwah, Prima DMI, dan Syabab HidayatullahRatusan Pemuda.

Sesuai jadwal, Muktamar Pemuda Islam akan dibuka oleh Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia  Syafruddin dan akan diisi diskusi bersama Aekjend MUI Anwar Abas, mantan menteri Perdagangan M Lutfi, dan Ketua DMI Rudiantara.

Ust. Fahmi Bahreisy, Ketua PB Pemuda Al-Irsyad, menjadi salah satu anggota Steering Committee Muktamar Pemuda Islam. Sejak tahap inisiasi acara dan pertemuan dengan Wapres RI, Yusuf Kalla, Pemuda Al-Irsyad ikut terlibat.

Pemuda Al-Irsyad insya Allah terus istiqomah dalam kolaborasi kebaikkan. Bukan hanya level nasional, tetapi juga level Internasional yaitu melalui ASEAN Youth Leaders Forum (AYLF).

Training I : Cirebon

Tepat satu bulan dari Training I jember dilaksanakan alhamdulillah Pemuda Al Irsyad kembali melanjutkan estafet kegiatan Training I yang telah di rencanakan. Kegiatan tersebut dibuka dan sekaligus ditutup oleh Ketua umum PC Pemuda Al Irsyad Kota Cirebon, Nazie Mar’ie , dan dihadiri perwakilan PC Al Irsyad Al Islamiyyah Kota Cirebon, dan Ketua Yayasan Al Irsyad Al Islamiyyah Ust. Hamid Abud Attamimi.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari (Jumat, Sabtu, Ahad) setiap harinya peserta mendapatkan pelatihan dan diberikan ilmu-ilmu oleh para pemateri yang handal dalam bidangnya. Materi-materi yang diberikan seperti: mabadi, manajemen organisasi, sejarah perjuangan umat islam, aqidah, dll.

Peserta training kali ini berasal dari Cirebon, Sindang Laut dan Ciledug dari mulai ( tingkat SMA sampai Perguruan Tinggi). Keantusiasan peserta menjadi bukti bahwa peserta sangat bermangat dan berlomba-lomba dalam menggali potensi diri di setiap materi. Mudah-mudahan dengan Training Kepemimpinan ini peserta dapat mempraktikkan ilmu yang didapat ke masing-masing cabang, karena peran pemuda sebagai motor organisasi menjadikan vitalnya peran mereka di era melenial.

Kedepannya PB Pemuda Al Irsyad akan terus menjalankan estafet kaderisasi di kota-kota lain dalam waktu dekat , doakan agar kami selalu istiqomah. Aamiin Aamiin

Jazakumullah Khairan Katsiro

Meneruskan Estafet Kaderisasi
Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
22 – 24 Maret 2019M / 15-17 Rajab

Aksi Teror terhadap Kaum Muslimin di Selandia Baru

Terjadi tragedi penembakan di Masjid Al-Noor dan Masjid Lindwood, Christchurch Selandia Baru pada hari Jum’at 15 Maret 2019, sekitar pukul 13:40 (waktu setempat) merupakan aksi teror terhadap kaum Muslimin. Oleh karena itu, Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Pemuda Al-Irsyad sangat berduka atas tragedi yang menimpa saudara kita umat Islam New Zealand (Selandia Baru), dan para korban yang meninggal insyaAllah mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT.
  2. Pemuda Al-Irsyad mengecam dan mengutuk keras aksi teror yang sangat biadab dan brutal tersebut, yang mana hal ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang sadis.
  3. Pemuda Al-Irsyad mengajak umat Islam dan dunia internasional, agar ikut mendesak pemerintah New Zealand untuk segera mengusut tuntas kasus pembantaian ini, serta meningkatkan jaminan dan perlindungan keamanan kepada umat Islam yang berada disana.
  4. Pemuda Al-Irsyad menghimbau umat Islam khususnya di Indonesia, agar tetap bersikap tenang dan tidak mudah terprovokasi dalam bentuk apapun, serta tetap istiqomah dalam ukhuwah, dan senantiasa mendo’akan yang terbaik bagi umat Islam New Zealand, serta umat Islam di seluruh dunia.

Nashrun Min Allah wa Fathun Qarib.
Jakarta, 16 Maret 2019
PENGURUS BESAR PEMUDA AL-IRSYAD

Kajian: Kesultanan Utsmani dan Strategi Masa Depan Umat

Sebagai penguasa berasaskan Islam terakhir di era ini, Kesultanan Utsmani merupakan tema yang banyak diangkat baru-baru ini, tak terkecuali Pemuda Al-Irsyad.

Kamis, 7 Maret 2019, barisan Pemuda Al-Irsyad membuka kajian yang bertajuk “Kesultanan Utsmani dan Strategi Masa Depan Umat” bersama pakar sejarah islam Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum di masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jl Otista Raya no. 64 Jakarta Timur, dengan semangat mengambil pelajaran dari kesultanan Utsmani. Kajian yang berjalan lebih dari 1 jam 30 menit ini dipaparkan dengan rapi oleh pemateri dari mulainya kebangkitan kesultanan utsmani sampai masa keruntuhannya.

Berbicara tentang masa kegemilangannya, Kesultanan Utsmani mengalami puncak kekuasaannya saat budaya ilmu dan penguatan aqidah digemarkan.

“Aqidah tanpa ilmu akan mengakibatkan kemunduran peradaban, dan ilmu tanpa disertai aqidah akan menimbulkan kesesatan dalam berilmu” ujar Dr. Tiar.

Dr. Tiar memberikan analisis kemajuan umat jika berkaca pada Kesultanan Utsmani dari berbagai aspek, yaitu aqidah, ilmu dan hormat ulama, akhlaq islam, komitmen memajukan umat, membangun kekuatan militer, dan membangan kekuatan politik.

Kajian yang dihadiri oleh mahasiswa dan masyarakat umum pemerhati sejarah, memberikan refleksi agar umat islam senantiasa tanpa henti memperjuangkan budaya ilmu. Ini juga bentuk adanya secercah harapan majunya budaya ilmu dikalangan anak muda saat ini adalah dengan banyaknya pertanyaan yang masuk selama seminar diadakan.

Semoga dengan adanya acara ini, semangat pemuda bisa makin bertumbuh dan dapat berperan lebih dalam memajukan peradaban Islam.

Gabungan Organisasi Pemuda Islam Temui Wapres

Jakarta – Gabungan 18 organisasi pemuda islam menemui Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla, membahas masalah keumatan dan bangsa terutama peranan pemuda islam. Organisasi tersebut antara lain Pemuda Al-Irsyad, Pemuda PERSIS, Syabab Hidyatullah, HMI, Kammi, IMM, dan SEMI Al-Wasliyah.

Wapres berpesan agar pemuda bisa memakmurkan masjid agar masjid juga dapat menjadi sarana untuk memakmurkan masyrakat. Seorang muslim harus memiliki kekuatan dalam bidang ekonomi, sebab untuk berperan dalam urusan kenegaraan dan bangsa dibutuhkan ekonomi yang kuat.

Gabungan organisasi ini belum memiliki nama tetapi sudah menentukan rencana untuk menyelenggarakan muktamar pada 4-5 April 2019. Wapres cukup memberikan respon positif dan menekankan agar pemuda fokus pada pengembangan ekonomi umat.

“Pertemuan yang memiliki arti penting untuk membangun silaturrahim di antara ormas-ormas pemuda, dan antara ormas dengan pemerintah. Dengan ini bisa menyuarakan secara langsung aspirasi dan keinginan kita kepada pemerintah.” Fahmi Bahreisy, Lc. M.Si, Ketua PB Pemuda Al-Irsyad

Training I – Jember

Alhamdulillah , kegiatan Training I untuk daerah Jember berlangsung sesuai dengan rencana. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua umum PP Al Irsyad Al Islamiyyah, Ust. Dr. Faisol Madi, MA.

Ketua Al-Irsyad membuka training I di Jember

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari (Jumat – Ahad). Setiap harinya peserta diberikan ilmu-ilmu oleh para pemateri yang handal dalam bidangnya. Materi yang diberikan beragam, yaitu mabadi, manajemen organisasi, aqidah, dsb

Peserta Training I kali ini khusus para Pemuda Al-Irsyad Jember, Bondowoso dan Pasuruan dari mulai tingkat SMA sampai Perguruan Tinggi

Antusiasme peserta sangatlah tinggi, terbukti saat peserta bertanya dan mempraktekan simulasi.

Penyerahan plakat - training I

Mudah-mudahan dengan Training Kepemimpinan ini peserta dapat mempraktekkan ilmunya untik cabang masing-masing, karna regenerasi adalah hal krusial dalam organisasi sehingga pemudalah yang menentukan perkembangan Al Irsyad.

InshaAllah Kedepannya PB Pemuda akan menyelenggarakan kaderisasi dalam bentuk training di kota-kota lain dalam waktu dekat, doakan agar kami selalu istiqomah. Aamiin Aamiin

Jazakumullah Khairan Katsiro

Cinta Sejati

Rasa cinta merupakan fitrah yang telah Allah tanamkan dalam diri manusia bahkan dalam setiap makhluk hidup. Ia adalah salah satu bagian dari nikmat dan karunia Allah kepada manusia. Tanpa ada rasa cinta, tidak akan terjalin hubungan yang harmonis diantara sesama manusia.
Tanpa ada rasa cinta, manusia akan hidup dalam nuansa yang diliputi dengan kebencian dan permusuhan. Seorang ibu memberikan kasih sayangnya kepada anaknya didasarkan pada rasa cinta. Seorang guru dengan kesabarannya mendidik murid-muridnya juga didasari karena rasa cinta. Namun, cinta yang seperti apa yang dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis?
Islam yang merupakan agama rahmatan lil ‘alamin menganjurkan kepada ummatnya untuk hidup saling mencintai dan mencela kaum yang saling bermusuhan dan saling membenci. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kalian saling membenci, dan jangan saling mendengki, jangan saling bermusuhan, dan jangan memutus hubungan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Muttafaq ‘Alaih).
Dari sini kita dapat memahami bahwa ajaran Islam sesuai dengan fitrah manusia. Dan tidak ada satupun aturan yang telah ditetapkan oleh, kecuali ia ditujukan demi kemaslahatan manusia. Begitu juga dengan rasa cinta yang ada di dalam diri manusia, Islam telah mengatur cinta yang seperti apakah yang dapat mewujudkan kerukunan dan keharmonisan bagi kehidupan manusia.
Islam mengakui rasa cinta, bahkan berdasarkan hadits diatas Islam mendorong untuk hidup dengan sesama manusia dan makhluk hidup dengan penuh rasa cinta.  Akan tetapi, Islam juga mengatur dan menjelaskan bagaimana caranya agar rasa cinta ini menjadi sebuah kekuatan yang memberikan rasa nyaman dalam kehidupan manusia.
Dan apa yang kita lihat di zaman sekarang ini menjadi bukti nyata dari penjelasan diatas. Hubungan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram sudah menjadi sebuah budaya yang bisa kita saksikan sehari-hari. Dengan mengatasnamakan cinta, mereka bebas melakukan hubungan terlarang hingga pada akhirnya muncullah perzinahan dan mengakibatkan kehamilan di luar nikah. Padahal Allah dengan tegas berfirman di dalam Al-Qur’an, “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Israa’ : 32)
Bahkan dalam era modern, dimunculkanlah hari raya Valentine sebagai hari cinta dan kasih sayang. Padahal ia merupakan hari “perzinahan dunia,” sebab saat itulah laki-laki dan wanita mengungkapkan rasa cintanya kepada pasangannya tanpa ada batasan dan aturan.
Terlebih lagi, pada saat ini muncul hubungan sesama jenis, lagi-lagi dengan mengatasnamakan cinta dan rasa saling suka. Sungguh, ini adalah cinta yang palsu dan tidak sejalan dengan fitrah dan akal manusia. Binatang saja tidak yang melakukan hubungan sesama jenis, lantas mengapa manusia yang dibekali akal untuk berpikir melakukan hal yang sangat tercela dan dimurkai ini? Tidakkah mereka ingat hukuman apa yang telah Allah berikan kepada kaumnya Nabi Luth disaat mereka melakukan hubungan sejenis?
Allah SWT berfirman “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini). Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.” Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci.” Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.” (QS. al-A’raaf: 80-81).
Manakala sebuah cinta tidak berlandaskan pada cinta karena Allah, ia akan berubah dari cinta yang indah menjadi cinta yang membinasakan. Cinta yang sejati yang dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup ialah cinta karena Allah. Ia juga menjadi bukti kuatnya iman seorang muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Tali iman yang paling kuat ialah, cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (H.R. Ahmad).
Wallahu a’lam

Ukhwah Islamiyyah Tak Kenal Batas Negara

Ukhwah islamiyyah tak kenal batas jarak, negara, atau benua sekalipun

Alhamdulillah. Perwakilan Pemuda Al-Irsyad memiliki kesempatan menjalin silaturahmi dengan saudara kita di Malaysia melalui @aylfindonesia

Hadir dari AYLF Malaysia, Muaz Nawawi dan dr. Aisyah (President AYLF Malaysia). Silaturahmi ini alhamdulillah membuka potensi kolaborasi internasional. Semoga bisa menjadi kantung kebaikan baru bagi Pemuda Al-Irsyad

Al-Irsyad Back to School

Sudah masuk bulan Januari, saatnya “Al-Irsyad Back to School”.
Ada 6 hal yang harus kamu lakukan di awal semester
1. Bersyukur
Tumbuhkan pikiran positif dengan bersyukur di awal semester. Bersyukurlah atas apa pun nikmat yang kita miliki saat ini dari waktu-waktu yang telah berlalu karena syukur adalah sifat para nabi. Dan Allah menjanjikan menambah nikmat-Nya jka kita bersyukur
“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim:7)2. Evaluasi
Evaluasi terbaik adalah ketika kita berorientasi pada akhirat. Apakah yang selama ini kita lakukan bisa bermanfaat untuk hari esok (akhirat)?
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwa-lah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Hasyr, 18)3. Bertaubat
Bertaubatlah karena itulah yang Allah perintahkan kepada para hamba-Nya yang beriman agar beruntung. “…Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS.An-Nur:31)

4. Membuat rencana
Kita sebagai muslim harus yakin bahwa setan adalah musuh yang nyata. Sehingga kita bukan hanya perlu persiapan seadanya tpi harus dengan persiapan yg optimal, bukan hanya melawan tpi bisa menggetarkan musuh Allah
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya.” (Al-Anfal:60)

5. Teruslah berusaha
Merasa usaha kalian selama ini selalu gagal atau masih belum mencapai target kalian? Teruslah berusaha karena sungguh Allah Maha Teliti atas apa yang kita kerjakan dan tugas kita adalah terus berusaha.
“…Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.A-Taubah:105)

6. Bertawakal pada Allah
Setelah memiliki niat yang kuat maka harus dilanjutkan dengan bertawakkal pada Allah
“…Kemudian, apabila engkau telah berazam (membulatkan tekad), maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”(QS. Ali-Imran:159)