ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) 2017

ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) adalah pertemuan pemimpin muda se-Asia Tenggara.

Pertemuan pertama tahun 2014 dilangsungkan di Bandung dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Pada saat itu diikuti oleh tiga negara, yaitu Indonesi, Malaysia, dan Thailand.

Pertemuan kedua diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10-12 Maret 2017.

Terdapat tujuh negara peserta AYLF kali ini yaitu tiga negara pendiri AYLF Indonesia, Malaysia dan Thailand. Kemudian empat negara yang baru bergabung yaitu Singapura, Filipina, Kamboja dan Srilanka. Delegasi Indonesia diwakili oleh Pemuda Al-Irsyad, Kammi, Pemuda PUI, serta perwakilan BEM dan FSLDK.

AYLF merupakan forum yang strategis bagi pemuda Indonesia untuk membangun hubungan dengan pemuda di ASEAN. Melalui AYLF, sumber daya manusia unggul ASEAN akan bertemu dan mereka adalah para pemimpin masa depan ASEAN yang akan menjadi pemimpin strategis di negaranya masing-masing.

Pertemuan di Kuala Lumpur dihadiri oleh tiga pembicara utama. Pembicara pertama dari Indonesia, Anis Matta, Lc. Dengan tema  “Outstanding Leadership Among ASEAN Youth, Pembicara kedua, Prof Tarmizi dengan tema: “Strengthening bonds in creating a better ASEAN” dan ketiga Datuk Dr Daud Mihd Bakar, dengan tema: “BE THE BEST OF ASEANLEADERS”.

Ada tiga agenda utama yang dibawa oleh setiap delegasi:

Pertama Agenda Politik dan keamanan, yang kedua Agenda Sosial Budaya dan ketiga Agenda ekonomi

Pemuda Al Irsyad mengirim deligasi untuk mengikuti acara pertemuan AYLF di Malaysia. Deligasi yang hadir itu dari ketua departemen dakwah PB Pemuda Al Irsyad, Ust Fahmi Bahreisy.

Pemuda Al Irsyad akan mengisi salah satu diantara tiga pos yang menjadi agenda utama tersebut.

Silaturahmi dengan Menpora RI

Menpora Imam Nahrawi didampingi  Plh. Deputi I Pemberdayaan Pemuda Adiati Noerdin dan Deputi II Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara menerima audiensi delegasi PB Pemuda Al-Irsyad di ruang kerja lt 10, Jakarta, Rabu siang (15/6). Dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad Abdullah Baraja memaparkan beberapa program PB Pemuda Al-Irsyad, seperti  pengakaderan, wirausaha, Emergency Response and Rescue Committee ( ERR-Co).

Abdullah mengatakan ke depan kita juga akan fokuskan dan mengembangkan Emergency Response And Rescue Committee. Ada empat yang kita fokuskan yaitu rescue team, medical team, pysicologi  team dan dakwa team. “Pertama  kali kita bentuk saat gempa bumi di Padang, Sumatra Barat,” ujar Abdullah. “Kita menggunakan sistem intiplasma yaitu memberdayakan masyarakat sekitar yang di kelolah oleh pemuda,” tambahnya.

Abdullah berharap  dukungan dari pemerintah  dalam hal ini dari Kementerian Pemuda dan Olahraga agar supaya kegiatan-kegiatan  yang positif ini  bisa berjalan dengan baik dalam   merekrut lebih banyak potensi pemuda. PB Pemuda Al-Irsyad sudah tersebar di 1141 cabang dengan anggotanya 150 ribu di seluruh Indoensia.

Menpora Imam Nahrawi mengapresiasi kedatangan Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad. “Saya kira, kita punya cita-cita yang sama dimana kita ingin menyelamatkan NKRI. Saya berharap Pemuda Al-Irsyad nanti membuat terobosan kedepannya, tidak hanya untuk pengkaderan walaupun  pengkaderan itu penting, tapi lebih pada itu penting juga jika peran serta Pemuda Al-Irsyad ada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Imam. (rep)

Sumber: http://kemenpora.go.id/index/preview/berita/10715