Link Islami

Facebook: Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad
RSS: 10 berita terakhir
midoCMS: Simple & Flexible CMS Solutions

Pertempuran Tunda Penarikan Gerilyawan Muslim dari Desa-desa Filipina

Oleh: Admin, 09 Agustus 2008 20:37

Bookmark and Share

KOTA COTABATO -- Pertempuran sporadis antara pasukan Filipina dan gerilyawan Muslim menunda kelompok itu mundur dari beberapa desa yang didudukinya di satu provinsi selatan, kata seorang perwira militer, Sabtu.

Brigjen Reynaldo Sealana mengatakan para gerilyawan sedang bersiap-siap untuk meninggalkan Cotabato Utara ketika mereka terlibat baku tembak dengan milisi pemerintah di desa Dunguan, yang dituju sebagai pintu keluar gerilyawan ke provinsi Mindanao."Ketika milisi melihat gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro (MILF , mereka mengira mereka akan diserang jadi terjadi baku tembak," katanya.

Tidak ada korban dilaporkan dalam baku tembak itu.Ratusan gerilyawan MILF bulan lalu menduduki sembilan desa di tiga kota Cotabato Utara, 930km selatan manila, membuat lebih dari 1.500 keluarga mengungsi.Pihak berwenang mengatakan aksi gerilyawan meningkat setelah Mahkamah Agung, Senin melarang penandatangan satu perjanjian tanah air Muslim antara MILF dan pemerintah Filipina yang akan memperluas wilayah otonomi Muslim yang sudah ada.

Sealana, ketua bersama satu komisi gabungan yang melaksanakan gencatan senjata antara MILF dan pemerintah Filipina, mengatakan gerilyawan meminta agar tentara mundur dari desa Dunguan untuk memungkinkan mereka pergi."Saya memberitahu mereka saya dapat melakukan hal itu untuk menunjukkan kepercayaan yang baik, jadi kami akan meminta militer mundur," katanya. "Kami sedang melakukan perundingan dengan berbagai pihak sekarang untuk merampungkan penarikan pasukan MILF dari Cotabato Utara)."

Sealana mengatakan ia mengharapkan penarikan gerilyawan itu akan rampung Sabtu "untuk menunjukkan bahwa ketegangan mereda dan penduduk dapat pulang ke rumah mereka." Penandatangan perjanjian daerah kekuasaan leluhur akan merupakan satu langkah penting menuju pemulaian kembali perundingan perdamaian resmi antara pemerintah Filipina dan MILF, yang telah macet sejak Desember tahun lalu.

Berdasarkan perjanjian itu, Filipina akan menyelenggarakan satu plebisit tahun 2009 untuk memperluas Wilayah Otonomi Mindanao Muslim yang sudah ada terdiri atas enam provinsi termasuk tambahan lebih dari 700 desa.Usul itu juga menetapkan pembentukan satu bentuk pemerintah baru untuk Muslim setelah satu perjanjian perdamaian akhir dicapai.

Para pengeritik menyatakan perjanjian itu melanggar konstitusi dan meminta Mahkamah Agung menghentikan penandatangan itu. Satu dengar pendapat menurut rencana akan dilakukan pekan depan mengenai manfaat bagi pemerintah atas penghapusan petisi itu.MILF yang memiliki 11.000 anggota telah berjuang untuk mendirikan sebuah negara Islam di Mindanao sejak tahun 1978. Kelompok itu setuju melakukan perundingan perdamaian dengan pemerintah tahun 1997.

Source: republika.co.id

[ kembali ] [ Indeks Berita Dunia Islam ]