PB Pemuda Al-Irsyad di Undang Sebagai Peserta Kongres Ummat Islam Indonesia V
Oleh: Administrator, 29 April 2010 04:18
Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia? (KUII) V di Jakarta. Kongres ini akan digelar pada tanggal 7-10 Mei 2010 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Dalam kongres tersebut PB Pemuda Al-Irsyad di undang sebagai peserta kongres yang di wakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal, Sdr. Zulkarnaen.
Al-Irsyad Al-Islamiyyah terlibat aktif dalam kegiatan KUII ini dan dua orang fungsionarisnya duduk sebagai panitia kongres, yaitu Bapak H.M Noer, Sekjen PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah dan Ketua Lembaga Pengembangan Pemuda Al-Irsyad, Abud Hadiyanto Sungkar.
Sedangkan Ustadz Abdullah Jaidi, Ketua Umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah diangkat sebagai penasehat panitia kongres. Sedangkan Ibu Solecha Bawazir ketua Majelis Wanita PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah di undang secara khusus sebagai peserta dari unsur organisasi Wanita Islam.
Rencananya, kongres? akan diikuti oleh sekitar 800 peserta yang terdiri dari unsur-unsur MUI Pusat, MUI tingkat propinsi, perwakilan ormas-ormas Islam tingkat pusat, pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam, lembaga-lembaga Islam nasional dan internasional serta kalangan profesional pendidikan, perekonomian dan perbankan.
KUII ini diselenggarakan dengan mengambil tema ?Peneguhan Ukhuwwah Islamiyah untuk Indonesia bermartabat?.
Dalam sejarahnya, Kongres Umat Islam ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan kongres yang pertama kali diselenggarakan sejak tahun 1922 di kota Cirebon, dalam kongres tersebut terjadi sebuah perdebatan yang mengangkat tema ? Dengan Apa Indonesia bisa Merdeka? Dengan Islam atau dengan komunisme?. Syech Ahmad Surkati yang di dampingi oleh kedua muridnya, Ustadz Sulaiman Nadji dan Abdulah Badjerei berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia dapat dicapai dengan Islam, sedangkan Semaun tokoh syarekat islam merah menyatakan bahwa hanya dengan komunismelah Indonesia merdeka. Perdebatan tersebut di anggap sebagai satu-satunya forum nasional yang pertama kali membahas tentang kemerdekaan Indonesia.
[ kembali ] [ Indeks Berita Pemuda ]

