Link Islami

Facebook: Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad
RSS: 10 berita terakhir
midoCMS: Simple & Flexible CMS Solutions

PB Pemuda Al-Irsyad di undang sebagai peserta Kongres Umat Islam Indonesia yang akan dihadiri Lembaga Islam Internasional dan Nasional

Oleh: Administrator, 28 April 2010 04:15

Bookmark and Share

Kongres Umat Islam Indonesia diharapkan menjadi wahana efektif untuk menghimpun kekuatan umat yang terserak, mendiskusikan gagasan dan pemikiran dari berbagai elemen umat Islam guna merumuskan langkah strategis bagi revitalisasi peran Umat Islam.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin dalam konferensi pers, Kamis (9/4), di Gedung MUI, No. 51 Menteng - Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Din menambahkan bahwa Kongres Umat Islam akan dapat mendorong terjadinya kesepahaman serta membuat rancang bangun perumusan strategis kebudayaan umat Islam Indonesia yang bermartabat dan saling menguatkan.

Menurutnya, Kongres Umat Islam Indonesia V ini akan membahas dan merumuskan materi-materi sebagai berikut:

  1. Masalah Kepemimpinan Umat Islam dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang meliputi, Paradigma, Visi, dan Karakter Kepemimpinan Islam; Penguatan Kelembagaan Umat serta Penguatan Jaringan Komunikasi Kelembagaan.
  2. Masalah Ekonomi Umat Islam, yang meliputi: Paradigma dan Nilai Ekonomi Islam; Penguatan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Umat; dan Model Pemberdayaan Ekonomi Umat.
  3. Rekomendasi tentang masalah kepemimpinan dan ekonomi umat dan bangsa.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kongres Umat Islam Indonesia ke-5 Drs. KH M Ichwan Sam mengatakan bahwa kegiatan yang menjadi rangkaian pelaksanaan Kongres Umat Islam ini meliputi kegiatan pra-kongres yang dilaksanakan dalam rangka penajaman beberapa materi yang terkait dengan tema utama kongres, yaitu ?Peneguhan Ukhuwwah Islamiyah untuk Indonesia yang Bermartabat.?
?Kegiatan Pra-Kongres ini dimaksudkan sebagai sarana syi?ar dan publikasi yang mengantarkan pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia,? katanya.

Menurut Ichwan, kegiatan pra-kongres tersebut mengambil bentuk kegiatan, pertama, halaqah, seminar, dan diskusi tentang tema-tema kepemimpinan, ekonomi, masalah hukum dan dakwah. Kedua, silaturrahmi media massa (media gathering) tentang kegiatan Kongres Umat Islam Indonesia V. Ketiga, presentasi kisah sukses dalam ekonomi. Keempat, pameran dan bazar.

?Selain kegiatan seminar dan diskusi, kongres akan dimeriahkan dengan pameran dan bazar,? katanya.
Ichwan juga menjelaskan bahwa kongres ini akan berlangsung pada 7 ? 10 Mei 2010 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Kongres ini akan dihadiri sekitar 800 peserta, yang terdiri dari Pengurus MUI Pusat; unsur wakil-wakil ormas Islam tingkat pusat; unsur pondok pesantren; unsur perguruan tinggi Islam; unsur MUI Privinsi se-Indonesia; unsur lembaga-lembaga Islam nasional dan internasional; unsur kalangan profesional pendidikan, ekonomi dan perbankan; dan tokoh perorangan (ulama, zu?ama, cendekiawan).

Disamping kepanitiaan yang juga telah melibatkan unsur Al-Irsyad Al-Islamiyyah, dimana Ketua Umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah al ustadz Abdullah Al Jaidi yang diangkat sebagai penasihat Panitia Kongres bersama tokoh-tokoh nasional lainnya, Bapak Mohammad Noer, sekjen PP dan Sdr. Abud Sungkar, Ketua Lembaga Pengembangan Pemuda Al-Irsyad juga di libatkan dalam panitia kongres tersebut. Sementara itu PB Pemuda Al-Irsyad di undang sebagai peserta kongres yang di wakili oleh Wakil Sekjen PB Pemuda Al-Irsyad Sdr. Zulkarnaen, sedangkan dari Majelis Wanita PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah mengutus Ibu Solechah Bawazir sebagai peserta kongres dari unsure organisasi wanita Islam.

Dalam sejarahnya, Kongres Umat Islam ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan kongres yang pertama kali diselenggarakan sejak tahun 1922 di kota Cirebon, dalam kongres tersebut terjadi sebuah perdebatan yang mengangkat tema ? Dengan Apa Indonesia bisa Merdeka? Dengan Islam atau dengan komunisme?. Syech Ahmad Surkati yang di dampingi oleh kedua muridnya, Ustadz Sulaiman Nadji dan Abdulah Badjerei berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia dapat dicapai dengan Islam, sedangkan Semaun tokoh syarekat islam merah menyatakan bahwa hanya dengan komunismelah Indonesia merdeka. Perdebatan tersebut di anggap sebagai satu-satunya forum nasional yang pertama kali membahas tentang kemerdekaan Indonesia.
(ws). Mui-Online, April 2010



[ kembali ] [ Indeks Berita Nasional ]