Parpol Islam Agar Berkoalisi Sikapi Masalah Strategis Bangsa
Oleh: Republika Newsroom, 06 Januari 2009 08:53
Organisasi -organisasi Islam agar bisa menampilkan sikap Ukuwah Islamiyah (sikap bersama) terhadap masalah-masalah kebangsaan. Partai yang menyebut diri sebagai partai Islam seyogyanya juga demikian dalam menyikapi masalah-masalah strategis.
''Karena itu saya sebut visi strategis atau koalisasi strategis, bukan poros tengah,'' kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr HM. Din Syamsuddin, MA pada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Pimpinan Wilayah Muhamadiyah, di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (5/1).Hal itu sebenarnya merupakan ajaran agama. ''Jadi tidak hanya politik jangka pendek, soal pemilihan presiden, pemilihan, wakil presiden. Ini merupakan masalah-masalah strategis. Sekarang terserah saja kepada partai Islam.Saya kan hanya pemimpin ormas,''kata Din.
Bagi Din selaku pemimpin ormas Islam, apabila parpol Islam itu bersatu baik. Terutama kalau mereka berkoalisasi bersama akan lebih menguatkan. Karena minimal totalnya hampir mencapai 40 persen. "Kalau masing-masing kan hanya 10 persen,lima persen, dua persen. Tetapi itu bukan urusan, melainkan urusan parpol Islam. Saya hanya mendorong,'' tutur dia.
Cuma, Din menambahkan, ide atau gagasannya yang dilontarkan dalam pertemuan Ormas Islam akhir Desember 2008, lebih kepada koalisi strategis menyangkut hal-hal yang bersifat strategis. Misalnya: Bangsa mengalami masalah dampak krisis global. ''Apa tawaran politik Islam? Sekarang orang mengecam kapitalisme, ada tidak ekonomi alternatif dan bagaimana solusi kepada bangsa? Itu kan masalah-masalah strategis. Bagaimana menegakkan kedaulatan bangsa untuk kemajuan dan keunggulan. Itu harus dibicarakan. Supaya ada makna dan bobot dari menamakan diri Partai Islam, Partai Berbasis masa Islam,''ungkap dia.
Lebih lanjut ia mengemukakan persoalan politik praktis jangka pendek bisa saja dibicarakan, tetapi bukan hanya itu. ''Ini hanya saran. Bagaimana mekanismenya terserah mereka. Ormas-ormas Islam juga harus demikian. Semuanya ini adalah dalam rangka untuk untuk menjalin hubungan dengan pihak atau simpul-simpul lain, sebagai.
lingkar simpul kebangsaan. Jadi bukan suatu gerakan sektarian, terbatas, melainkan tetap dalam rangka ukuwah yang lebih luas. ''Tetapi sebelum dengan pihak lain mbokya dengan sesama politik Islam,''saran Din.
Diakuinya, selama ini parpol Islam masih sendiri-sendiri. ''Jangan masing-masing itu tidak baik. Karena akhirnya akan terjadi egoisme sektoral , tidak menampilkan konsep bersama. Oleh karena itu saya mengusulkan agar mereka agar lebih menyikapi masalah-masalah strategis,'' tutur dia. nri/pt
[ kembali ] [ Indeks Berita Nasional ]

