Menegpora Bertemu OKP Tingkat Nasional
Oleh: AAB, 24 Februari 2010 22:36
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng, mengadakan silaturahmi dan temu konsultasi dengan Organisasi Kepemudaan (OKP) Tingkat Nasional, Senin (22/2) malam di Wisma Karsa, Jakarta.
Pertemuan yang penuh keakraban dan kekeluargaan ini dihadiri oleh ratusan OKP yang datang dengan memakai atribut mereka masing-masing. Hadir mewakili Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad adalah Ketua Umum Sdr. Abdullah Hasyim Baraja, ST dan Abdullah Batarfie, lengkap dengan baju batik khas Cirebonan bermotif logo Pemuda Al-Irsyad.
Dalam sambutannya Menpora mengatakan, pertemuan dengan OKP malam ini, sangat penting artinya untuk bertukar pikiran dan mendapatkan masukan agar ke depan pengembangan kepemudaan bisa berjalan sesuai harapan bersama.
"Kami juga telah melakukan sarasehan kepemudaan beberapa waktu yang lalu, untuk mendapatkan masukan, dan muncullah berbagai macam pemikiran positif" kata menteri.
Menteri menambahkan tugas Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang dipimpinnya ini adalah sebagai fasilitator, yaitu memberikan ruang, mendorong, memotivasi berbagai macam kegiatan kepemudaan sesuai dengan minat masing-masing. ?Ada yang senang olahraga, karya ilmiah, kepeloporan, kewirausahaan, kepemimpinan, politik dan sebagainya. Kita fasilitasi itu semua,? katanya.
Selain itu, Menpora juga menjelaskan soal Hari Krida Olahraga yang diberlakukan kembali dan telah berlangsung beberapa minggu terakhir ini di Kantora Menegpora serta di kementerian lainnya. "Setiap hari Jum'at itu ada open house olahraga, dan saat ini juga saya menantang Anda semua satu persatu OKP untuk bertanding olahraga di Kemenpora. Di sini ada lapangan tenis, tenis meja, futsal, bulutangkis, dan sebagainya. Jadi kapan mau bertanding kita jadwalkan sekaligus bersilaturahmi" kata Andi disambut aplaus panjang ratusan undangan yang hadir.
Menyinggung dualisme di tubuh KNPI, Menpora Andi Mallarangeng menginginkan dan berharap agar KNPI bisa bersatu kembali, dan penyelesaian dualisme kepengurusan di KNPI itu harus diselesaikan secara bermartabat sehingga kedua belah pihak bisa menerima dan merasa terhormat. Menteri menegaskan itu saat menjawab pertanyaan salah seorang pengurus OKP soal dualisme KNPI.
"Saya sudah berusaha dengan berdialog dengan keduabelah pihak, bahkan sudah bicara dengan mereka masing-masing tiga ronde, baik dengan kubu Syamsuddin dan kubu Doli, semua pihak mengatakan sudah capek menghadapi masalah ini. Oleh karena itu saya katakan mari kita carikan solusinya yang bermartabat bagi kedua-duanya. Saya sudah ketemu 20 DPD KNPI, semua juga bilang sudah waktunya KNPI jadi satu lagi," ujar Andi.
Dalam dialog OKP dengan Menegpora ini muncul dukungan, masukan dan kritikan dari para OKP kepada Menteri baru ini. Muncul pula keinginan dari OKP agar konsultasi seperti ini bisa dilakukan secara rutin.
Disela-sela acara silaturrahim tersebut, PB Pemuda Al-Irsyad menyempatkan diri bertemu lebih dekat dan melakukan pembicaraan strategis dengan beberapa organisasi kepemudaan Islam, seperti Pemuda PERSIS, GPII, dan lainnya. Mereka sepakat untuk menjalin komunikasi dan silaturrahim lebih intens.
OKP-OKP Islam itu juga menyambut baik ide PB Pemuda Al-Irsyad untuk membentuk forum khusus yang permanent bagi OKP Islam. Mereka sepakat untuk menindaklanjuti ide strategis ini dalam waktu dekat.
Forum ini nantinya juga akan dibentuk di tingkat cabang dan wilayah agar silaturahim dapat terjalin secara menyeluruh. Beberapa agenda penting yang akan dirumuskan dalam forum tersebut antara lain membuat pola kaderisasi yang terprogram dan memiliki daya tarik tinggi bagi kader masing-masing OKP.
[ kembali ] [ Indeks Berita Nasional ]

