Link Islami

Facebook: Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad
RSS: 10 berita terakhir
midoCMS: Simple & Flexible CMS Solutions

Ceramah Umum KH. Didin Hafidudin di Bandung

Oleh: Kholid A. Harras, 18 Februari 2008 16:43

Bookmark and Share

Bertempat di halaman Gedung Al-Irsyad Kota Bandung, PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung menggelar ceramah umum dengan menghadirkan pakar ekonomi syariah dan Direktur Pascasarjana Universitas Ibnu Khladun Bogor, Prof.Dr.K.H. Didin Hafidudin, M.Sc.

Menurut Ketua Al-Irsyad Kota Bandung, Ir.Husein Abud Attamimi, tujuan diselenggarakannya ceramah umum dengan tema "Islam Solusi dalam Mengatasi Keterpurukan Ekonomi" antara lain sebagai upaya memahamkan kembali ajaran-ajaran Islam, khususnya yang berhubungan dengan penyelenggaraan dan pengembangan perekonomian dalam rangka menyelamatkan umat dan bangsa ini dari kemiskinan.

Dalam ceramahnya yang berjudul "Solusi Islam terhadap Problematika Bangsa", Prof.Dr.K.H. Didin Hafidudin yang juga Ketua Baznas ini antara lain mengatakan saat ini umat Islam Indonesia khususnya dan umat Islam di berbagai belahan dunia tengah dilanda berbagai problema keberagamaan dan sikap hidup. Antara lain sikap menghalalkan segala cara, gaya hidup bebas, KKN, pemurtadan, serta terjadinya berbagai penyimpangan terhadap ajaran Islam. Sedangkan dalam perekonomian terjadinya ketidakadilan yang pada ujungnya menjadikan umat Islam sebagai kelompok miskin menjadi semakin miskin. K.H. Didin Hafidudin mengutip laporan UNDP 2006, bahwa akibat tidak adanya sistem perekonomian yang mencerminkan prinsip-prinsip keadilan dan keseimbangan, saat ini 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. Sedangkan sisanya 90% kelompok miskin hanya menguasai 46% kekayaan dunia. Dari data tersebut jelaslah ujar K.H. Didin Hafidudin, hingga kini kekayaan ada di tangan segelintir kelompok saja. Padahal dalam surat al-Hasyr ayat 7 jelas sekali Allah SWT sangat menentang terjadinya perputaran harta dan kekayaan hanya di tangan kelompok elit masyarakat seperti itu.

Selanjutnya K.H. Didin Hafidudin menjelaskan bahwa secara potensi umat Islam memiliki berbagai potensi yang sangat luar biasa dalam memecahkan dan mengatasi problematika umat an bangsa ini, khususnya dalam bidang perekonomian. Sedikitnya ada lima potensi yang dimiliki oleh kita selaku umat Islam, yakni potensi yang berasal dari ajaran Islam (Al-quran dan hadis), potensi SDM, potensi SDA, potensi sejarah, dan potensi pertolongan Allah SWT.

Potensi yang bersumber dari ajaran Islam misalnya, perintah zakat, infak, shadaqah, wagaf. Poteni SDA kita memiliki tanah yang subur dan mengandung minyak bumi serta bahan-bahan tambang. Potensi SDM bangsa ini memiliki jumlah umat Islam terbesar serta para alim ulama dan cendikiawan yang memiliki keilmuan yang luas. Potensi sejarah, sebagaimana telah dibuktikan hanya ajaran Islam-lah yang telah berhasil membangun masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Sedangkan potensi pertolongan Allah SWT, kita percaya bahwa Allah pasti akan menolong para hambanya yang mau menolong agamanya serta akan memberikan anugerahnya, sebagaimana ditermaktum dalam surat Al-Hajj: 40-41, surat Muhammad: 7 serta surat An-Nur 55. Kelima potensi tersebut sekiranya dikelola dan dimenej dengan sebaik-baiknya akan menjadi kekuatan raksasa dalam memecahkan berbagai persoalan ekonomi umat saat ini. Tantangannya saat ini tinggal bagaimana kita selaku pimpinan umat, menumbuhkan etos kerja, etos belajar, membangun profesionalsme dan kesungguhan, serta menjalin silaturrahim, jaringan serta kerjasama, agar semua potensi tersebut dalam diwujudkan secara nyata, ujar K.H.Didin Hafidudin, M.Sc mengakhiri ceramahnya.

Ceramah umum dengan tema ini selain dihadiri anggota dan keluarga besar Al-Irsyad juga diikuti oleh para utusan umat Islam yang tergabung dalam FSOI (Forum Silaturahmi Ormas Islam) Kota Bandung serta kalangan mahasiswa.

Kemudian, sebagai bentuk apresisasi terkait dengan perkembangan sosial dan politik yang terjadi di masyarakat serta pencanangan "Bandung Agamis", seusai kegiatan ceramah umum pimpinan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung mengeluarkan sejumlah pernyataan, antara lain:

1. Meminta kepada Walikota Bandung dan Pimpinan DPRD kota Bandung untuk ikut mendorong tumbuh dan berkembangnya perekonomian umat yang berdasarkan syariah. Misalnya dalam hal pendirian koperasi syariah serta BPR syariah;

2. Mendukung para penegak hukum, baik dari unsur Pemkot, Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman dalam menindak kelompok-kelompok masyarakat yang jelas-jelas telah menyebarkan ajaran-ajaran sesat, khurafat dan tahayul serta menyuburkan pornografi dan pornoaksi. Secara khusus sangat mendukung tekad dan upaya dari Kapolda Jabar, Bapak Susno Duaji, dalam melakukan pemberantasan korupsi, baik internal maupun eksternal Kepolisian;

3. Mengajak kepada seluruh warga Al-Irsyad kota Bandung khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab dalam menghadapi Pilkada (Pemilihan Walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat) pada tahun 2008, dalam rangka memilih pemimpin (umara) yang jelas keberpihakanya kepada ummat Islam dan jelas komitmennya dalam menegakkan amar ma'ruf nahyi mungkar.*


[ kembali ] [ Indeks Berita Perhimpunan ]